Tuesday, December 29, 2015

Puisi Tahun 2015

Tahun 2015
Oleh : Rines Purwaningsih

Sedih..
Senang..
Tawa..
Tangis...
Semua ada dalam satu atap
Yaitu tahun 2015

Cinta..
Benci...
Jatuh..
Bangun
Semua ada dalam satu balai
Yaitu tahun 2015

Tahun dengan begitu banyak kenangan
Meniti asa demi asa
Membangkitkan harapan tuk jadi nyata
Merangkak dan terus merangkak
Berusaha untuk berdiri sendiri
Tetap berjalan meski tertatih
Mengukir jejak cerita penuh warna



Monday, December 28, 2015

PUISI LINGKUNGAN












Kembalikan Hutan Indahku
Oleh : Rines Purwaningsih

Kemarin..
Daun-daun hijau masih melambai begitu indah
Bunga-bunga menyebarkan bau wanginya
Pohon subur tumbuh rindang berjajar
Angin silir semilir masih bertiup mengitari hutan

Kemarin…
Orang utan masih bercengkrama bebas
Suara raja hutan masih mengaum di malam hari
Sang monyet berlari-lari ke sana kemari
Burung-burung berkicau bersahutan
Katak menyanyi, kelinci menari-nari
Membentuk nada-nada suara yang penuh cinta

Kemarin..
Wanita wanita masih berduyun pergi ke pasar
Sang pria memanggul cangkul menuju ke kebun
Anak-anak berseragam, berangkat ke sekolah
Semua riang gembira, tertawa penuh suka dan harapan

Tapi hari ini..
Hutan di terjang api membara
Asap mengepul besar, hingga dunia begitu sesak
Udara serasa habis, terasa susah untuk bernapas
Orang utan terkapar, binatang mati tanpa bekas
Pohon, daun, semua tinggal abu
Anak-anak dan orang tua meninggal menjadi korban

Wahai keserakahan !
Juragan penebang hutan !
Kembalikan  Hutan  indahku
Lihatlah  tangis sedih ini !
Sepanjang mata memandang, hanya asap panas yg ada
Bahkan  negara tetangga memojokkan kita,
Karena mereka juga jadi korban asap deritamu

Wahai Keserakahan!
Juragan  penebang hutan !
Kembalikan lingkungan indahku
Kembalikan Senyum bumi pertiwiku

Karena hari ini..
Yang ada hanya air mata
Jerit hampa tanpa asa
Pilu, gersang, semua nya serba hitam kelam



Friday, December 25, 2015

PUISI CINTA





RAHASIA  HATI
Oleh : Rines Purwaningsih


Aku lah pendamba hati
Mengagumi mu diam- diam tapi dalam
Memimpikanmu siang dan malam
Menyimpan wajahmu ...
Sepanjang langkahku


Akulah pencinta sejati
Pengagum rahasiamu
Tiap inchi wajahmu membayangiku
Tak pernah sirna rasa sayangku
Tak pernah lekang oleh waktu
Tak akan hilang di telan jaman
Tetap abadi seumur hidupku

Rahasia hati ku
Isyarat mataku
Sejuta perhatianku..
Bisa kah membuatmu mengerti ?
Bisa kah membuatmu menyadari?
Rasa cinta terpendam yang tak mampu kuucapkan,
Hanya bisa menjadi rahasia hati





PUISI MAULID NABI

Hari ini adalah hari Maulid Nabi kita, Muhammad SAW. Sobat tercinta, kita pasti sangat gembira menyambutnya kan? Hari itu, di mana seorang Rosul terakhir Allah dilahirkan. Hari yang yang penuh keajaiban yang muncul dari alam, tentunya pasti atas Kehendak Allah. Kisah-kisah keajaibannya pasti membuat yang mendengar/membaca nya mak trenyes2 saking merinding n terkagum-kagum. Penasaran sob ? Seperti biasa, aku akan tuangkan kelahiran Nabi Besar kita melalui puisi...



Kelahiranmu
Oleh : Rines Purwaningsih
Bintang Ahmad di langit,
Matinya api sesembahan abadi,
Mengeringnya danau Majusi,
Jatuhnya empat belas patung istana persia,
Adalah tanda kelahiran mu

Pasukan gajah yang tercerai berai,
Serangan batu bergemuruh,
Burung ababil kiriman Allah,
Adalah keajaiban iringi maulidmu

Kelahiranmu,
Ya Nabi Muhammad..
Adalah matahari penerang kegelapan
Kelahiranmu,
Ya kekasih Allah...
Menjadi penyelamat kehancuran
Kelahiranmu,
Ya kekasih hatiku...
Tuntun umat kembali ke Allah




Wednesday, December 23, 2015

Puisi Korban Perang



DI MANA IBU
Oleh : Rines Purwaningsih

Ibu ku sayang..
Malam ini gelap sekali
Dingin serasa mengiris tulangku
Rasa lapar menusuk-nusuk perutku
Dahaga mengeringkan tenggorokanku

Dimana engkau Ibu...
Berondongan tembakan itu..
Seperti masih berdentum di dadaku
Dimana engkau Ibu..
Beribu kali ku panggil nama mu
Tapi  suara mu tak lagi Terdengar
Aku takut ibu..
Aku takut sekali..

Dimana engkau Ibu..
Sejak granat menghujammu bertubi..
Sejak jeritan kerasmu panggil namaku
Kau menghilang bersama ledakan itu..
Bapak..
Kakak..
Semua pergi bersama mu
Yang ada hanya puing kehancuran

Dimana engkau Ibu
Bawa aku pergi bersama mu !
Lihat lah bu..
Tidurku beralas tanah...
Beratap langit kelam
Temanku,
Hanya mayat berserakan
Temani aku ibu !

Engkau tak juga menyahut bu..
Gambar tubuhmu,
Yang ku lukis di tanah ini ...
Yang menemani tidurku...
Yang slalu ku bayangkan,
Bahwa itu adalah kamu,
Tetap saja hening
Tetap saja dingin...
Sedingin air mataku
Yang mengalir tiada henti

Gambarmu yang ku lukis ini,
Tak bisa hangatkan tidurku,
Tak bisa membuatku nyenyak..
Seperti saat tidur dalam rengkuhanmu

Dimana kau, Ibu
Jangan kau tinggalkan aku,
Di tempat peperangan ini
Bawa aku Bersamamu
Aku takut sekali, Ibu



Tuesday, December 22, 2015

KORBAN PERANG

Puisi Korban Perang ( 1 )


Sobat tercinta,,saat melihat tayangan TV dan membaca berita-berita tentang perang di Timur Tengah, yang ada adalah rasa miris dan trenyuh.


 Apalagi yang terjadi pada anak-anak yang belum tahu apa-apa tentang cara mengurus diri sendiri dan menghadapai kerasnya kehidupan dunia. 

PUISI DI PAGI HARI

Met pagi sobat..pagi hari tadi saat bangun tidur, ku lihat cuaca yang sangat menakjubkan..Redup dan indah.. menginspirasi ku untuk membuat corat-coret di blog ini,  mewakili isi hati ku yang sangat mengagumi keagungan ciptaan Allah.

PAGI  HARI
Oleh : Rines Purwaningsih

Ayam jantan berkokok
Bel Alarm berbunyi nyaring
Bersahutan membentuk nada melodi
Sinar matahari mengintip dari timur
Begitu malu tersipu

Oh, pagi hari
Dengan langit yang lembut
Diselimuti mendung tipis
Sungguh Indah menakjubkan

Oh, pagi hari
Bumi  redup tanpa beban
Dahan bergoyang perlahan
Tertiup angin sepoi yang lirih

Oh, pagi hari
Betapa segarnya daun hijau
Dibasahi titik titik embun
Bunga kuncup berangsur mekar
Menyebarkan bau wangi

Yang ada...
 Hanya keindahan
Tanpa ada persaingan
Tanpa hiruk pikuk kendaraan
Tanpa ada permusuhan

Oh, pagi hari
Cermin keagungan Tuhan
Begitu alami dan suci